MBC INDONESIA
merdekabangsa.net – bojonegoro.
Pelatihan Gayatri yang diadakan di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin (2/9/2025) merupakan acara yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa yang mengikutinya.
Adanya pelatihan ini diikuti oleh sembilan desa, yaitu Desa Ngrancang, Sukorejo, Pengkol, Bakalan, Tambakrejo, Kalisumber, Malingmati, Desa Bancer Kecamatan Ngraho dan Desa Donan Kecamatan Purwosari.
Pelatihan ini merupakan gerakan beternak ayam petelur yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam beternak ayam petelur secara efisien dan produktif.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Tim pelatihan Gayatri bekerjasama dengan CV HIKMAH dan dokumenter oleh MBC INDONESIA.
Peserta pelatihan diajarkan mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan yang tepat, penanganan kesehatan ayam, hingga manajemen usaha ternak.
Para peserta diajak untuk aktif bertanya dan berdiskusi agar dapat memahami seluk beluk beternak ayam petelur dengan baik.Acara pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir jam 11.00 WIB.
Selama dua jam tersebut, peserta pelatihan benar-benar memperoleh pengetahuan yang sangat berharga dalam beternak ayam petelur.
Mereka tampak antusias dan serius dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh instruktur.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang didapat untuk meningkatkan produksi peternakan ayam petelur mereka.
Hal ini diharapkan dapat membantu perekonomian mereka dan meningkatkan kesejahteraan hidup.
Pelatihan Gayatri ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian dan peternakan dapat semakin berkembang.
Dengan demikian, pelatihan seperti ini sangat penting untuk terus diadakan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian dan peternakan.
Semoga pelatihan Gayatri ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa yang mengikutinya. (Ags/red)
