Berita  

Tradisi Grocok Iwak: Sebuah Perayaan Budaya di Desa Tapelan

admin
GridArt 20250731
banner 120x600
banner 468x60

MBC INDONESIA

banner 325x300

merdekabangsa.net – bojonegoro.

Hari ini, Rabu (30/7/2025). Grocok iwak merupakan salah satu tradisi unik yang masih dilestarikan oleh warga Desa Tapelan, kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Tradisi ini diadakan sebagai bentuk kegiatan berburu ikan yang melibatkan kolaborasi komunitas setempat.

Setiap tahun, menjelang musim kemarau saat air waduk di Kanalan Solopele mulai surut, acara ini dilaksanakan dengan semangat yang membara.

Kegiatan ini bukan hanya sebuah upaya penangkapan ikan, tetapi juga merupakan ajang mempererat hubungan antarwarga dan mempertahankan budaya lokal yang kaya.

Musim kemarau menjadi waktu yang paling tepat untuk melaksanakan grocok iwak. Ketika air waduk yang biasanya lebih dalam mulai menipis, ikan-ikan akan lebih mudah dijangkau.

Pemuda Karang Taruna di wilayah tersebut punya peran kunci dalam menentukan tanggal dan bulan pelaksanaan acara ini.

Melalui musyawarah, mereka menyepakati hari pelaksanaan yang diharapkan dapat mengundang partisipasi warga dari desa-desa tetangga.

Dengan melibatkan masyarakat yang lebih luas, tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, merangkul nuansa kebersamaan yang harmonis.

Acara grocok iwak biasanya dimulai pada pagi hari dan berlangsung hingga sore.

Pada tahun ini, tepatnya tanggal 30 Juli 2025, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias.

Kemeriahan acara sangat terlihat dari kerumunan pengunjung yang menyaksikan proses penangkapan ikan.

Selain peserta dari Desa Tapelan, banyak warga dari desa lain yang turut hadir, baik untuk berpartisipasi maupun sekadar menikmati suasana.

Hal ini menunjukkan bahwa grocok iwak bukan semata-mata bagian dari tradisi lokal, tetapi juga telah menjadi atraksi kultural yang membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Pelaksanaan grocok iwak tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kerjasama.

Melalui kegiatan ini, anak-anak, remaja, dan orang dewasa bekerja sama dengan semangat gotong royong.

Ini menjadi momen pendidikan yang berharga, di mana generasi muda belajar tentang pentingnya melestarikan lingkungan, bekerja dalam tim, dan menghargai kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang.

Saling berbagi pengalaman dan pengetahuan antara generasi yang lebih tua dan muda menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ini.

Budaya grocok’an iwak juga menjadi sarana wisata desa yang menarik.

Dengan keindahan alam yang menyelimuti Waduk Kanalan Solopele, acara ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati keindahan alam sembari merayakan budaya lokal.

Aktivitas seperti ini sangat penting bagi pengembangan pariwisata lokal, karena mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan.

Melalui grocok’an iwak, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga menyebarkan pesan tentang kelestarian sumber daya alam dan budaya lokal.

Dalam rangka melestarikan tradisi ini, penting bagi pihak terkait untuk mendukung dan memberikan ruang bagi kegiatan tersebut.

Dukungan dari pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan grocok iwak.

Pelestarian budaya lokal harus menjadi bagian dari agenda pembangunan yang mendukung identitas masyarakat dan memperkuat rasa kebersamaan.

Secara keseluruhan, grocok iwak merupakan lebih dari sekadar tradisi berburu ikan. Ia adalah simbol kehidupan bermasyarakat yang harmonis, mengajarkan nilai-nilai berbagi, dan mempererat hubungan antarwarga.

Dengan semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi, tradisi ini diharapkan dapat terus hidup dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan Desa Tapelan dan sekitarnya. (Ags/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *