Berita  

Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto dukung program Gemar di Blora.

admin
GridArt 20250724
banner 120x600
banner 468x60

MBC INDONESIA

banner 325x300

merdekabangsa.net – blora. Jawatengah.

Gerakan Menanam Anti Rugi (Gemar) yang diinisiasi oleh PT Agro Nusantara Tani Milenial (Antam) adalah sebuah inisiatif yang memiliki tujuan strategis dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Pada hari ini, Kamis tanggal 24 Juli 2025, PT Antam menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Antam, Mas Andi Restu Wibowo, Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, serta Bupati Blora (Forkopimda) dan para kepala desa serta camat se-Kabupaten Blora.

Kerjasama ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh para petani serta meningkatkan produktivitas pertanian melalui pendekatan yang sistematis dan terintegrasi.

Yandri Susanto, Menteri Desa PDTT, memberikan sambutan yang positif terhadap inisiatif Gemar dalam acara tersebut dengan menegaskan dukungan penuh dari kementeriannya.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap masalah yang dihadapi oleh petani, termasuk akses terhadap teknologi, modal, serta perubahan iklim yang berdampak pada hasil pertanian.

Dengan adanya dukungan dari Kemendes PDTT, diharapkan program ini dapat diimplementasikan dengan lebih efektif dan mampu menjawab berbagai permasalahan yang sering dialami oleh petani.

Salah satu keunggulan dari gerakan Gemar adalah pendekatannya yang berbasis komunitas.

Dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, organisasi petani, dan masyarakat setempat, Gerakan Menanam Anti Rugi bertujuan untuk membangun sinergi yang kuat dalam pengembangan sektor pertanian.

Hal ini penting karena keberhasilan program pertanian sangat bergantung pada partisipasi aktif dari semua elemen yang terlibat.

Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani mengenai teknik bertani yang lebih maju dan ramah lingkungan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal serta keberlanjutan hasil pertanian.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, penggunaan teknologi pertanian modern dan praktik pertanian berkelanjutan menjadi fokus utama.

PT Antam sebagai penyelenggara program ini diharapkan dapat memberikan akses kepada petani untuk menggunakan teknologi yang efisien dan efektif dalam proses budidaya.

Melalui pelatihan dan penyuluhan, petani dapat belajar cara mengelola lahan mereka dengan lebih baik dan meminimalkan kerugian yang sering terjadi akibat gagal panen atau rendahnya kualitas hasil pertanian.

Dalam jangka panjang, Gerakan Menanam Anti Rugi diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Blora, tetapi juga dapat dijadikan model bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Hasil yang positif dari program ini dapat menciptakan dampak yang lebih luas, di mana peningkatan pendapatan petani akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah serta penguatan kemandirian pangan nasional.

Secara keseluruhan, inisiatif Gemar yang diinisiasi oleh PT Agro Nusantara Tani Milenial merupakan langkah progresif dalam menyikapi tantangan yang dihadapi oleh petani di Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi semua pihak terkait, diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan sejahtera. (Ags/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *