MBC MERDEKABANGSA.NET Purworejo – Jawatengah.
Desa Sudimoro yang terletak di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang mengedepankan pelestarian budaya dan kesenian tradisional, khususnya dalam bentuk musik Kencreng Purworejo.
Kencreng Purworejo, yang juga dikenal sebagai terbang Jawa, terbang jedor, atau terbang Arab, merupakan alat musik rebana yang memiliki keunikan tersendiri karena penggabungannya dengan alat musik Islami, yaitu rebana dan beduk atau jedor.
Dengan kombinasi ini, Desa Sudimoro tidak hanya melestarikan seni musik tradisional, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap pertunjukan.
Kencreng Purworejo terdiri dari tiga hingga empat rebana yang digabungkan dengan satu beduk dalam sebuah grup.
Uniknya, penggunaan Kencreng Purworejo lebih sering terlihat dalam acara-acara yang mengawal pembacaan sholawat Al-Barzanji, Cukuran bayi (puputan), Ngiring pengantin, Sunatan , Maulid nabi, Pawai khotmil qur’an dan lain sebagainya.
Hal ini menjadikannya berbeda dari rebana pada umumnya yang biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu qasidah.
Melalui pendekatan ini, Desa Sudimoro menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal dapat berinteraksi dan berharmoni dengan praktik keagamaan, menciptakan sebuah identitas budaya yang kaya dan beragam.
Pelestarian budaya dan kesenian tradisional, seperti Kencreng Purworejo, di Desa Sudimoro dilakukan melalui berbagai cara.
Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan festival seni dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat.
Melalui festival tersebut, generasi muda diajak untuk mengenal dan berpartisipasi dalam pelestarian seni musik ini.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya Desa Sudimoro ke masyarakat luas, sehingga dapat menarik perhatian dan minat wisatawan.
Selain festival, pendidikan seni musik juga mendapatkan perhatian khusus di desa ini.
Diajarkan kepada anak-anak dan remaja, pelatihan untuk bermain rebana dan beduk dilaksanakan secara rutin.
Melalui pengajaran tersebut, diharapkan tidak hanya kemampuan bermain alat musik tradisional yang diperoleh, tetapi juga pemahaman tentang makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap pertunjukan Kencreng Purworejo.
Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi penerus seni ini, tetapi juga pewaris nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalamnya.Peran masyarakat dalam pelestarian budaya sangatlah penting.
Keaktifan masyarakat dalam melestarikan Kencreng Purworejo menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemangku kebijakan, dan lembaga kebudayaan, Desa Sudimoro mampu menciptakan program-program yang bertujuan untuk mempertahankan warisan budaya ini.
Sebagai kesimpulan, Desa Sudimoro di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan sebuah contoh ideal dalam pelestarian budaya dan kesenian tradisional.
Melalui penggabungan Kencreng Purworejo dengan alat musik Islami rebana, desa ini tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi ekspresi keagamaan dalam seni.
Dengan partisipasi aktif masyarakat dan berbagai program yang dijalankan,
Desa Sudimoro berhasil menciptakan sebuah ekosistem budaya yang tidak hanya relevan dengan zaman, tetapi juga sangat penting untuk pendidikan budaya dan spiritual generasi mendatang.
Melalui langkah-langkah ini, semangat Salam Berdesa dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. (Ags/red)

















