Berita  

Dukung Ketahanan pangan Kades Hargomulyo menanam Bawang merah & beternak ayam.

admin
GridArt 20250918
banner 120x600
banner 468x60

MBC INDONESIA

banner 325x300

merdekabangsa.net – bbojonegoro.

Ketahanan pangan merupakan isu krusial bagi setiap daerah, termasuk Kecamatan Kedewan di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Dalam konteks ini, upaya untuk mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan menjadi suatu keharusan, terutama mengingat pentingnya ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam pengembangan ketahanan pangan di wilayah ini adalah Kepala Desa Hargomulyo, Mbah Sukir.

Melalui berbagai terobosan yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan penduduk setempat dan menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Mbah Sukir adalah penanaman bawang merah. Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Dengan menanam bawang merah, petani di Kecamatan Kedewan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga berpotensi untuk melakukan pemasaran produk ke daerah sekitar.

Terobosan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Selain itu, penanaman bawang merah juga memiliki keuntungan dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang ada, mengingat permintaan pasar yang terus meningkat.

Selain fokus pada budidaya tanaman, Mbah Sukir juga memanfaatkan potensi ternak ayam sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Beternak ayam, baik itu ayam petelur, ayam bangkok, maupun ayam kampung, tidak hanya menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat, tetapi juga memberikan peluang bagi peternak untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Di Kecamatan Kedewan, ternak ayam dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika dikelola dengan baik.

Yang menarik dari program ini adalah pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk pertanian. Dalam praktik ini, kotoran ayam dimampatkan untuk digunakan sebagai pupuk organik.

Penggunaan pupuk ini tidak hanya murah dan ramah lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Dengan demikian, Mbah Sukir tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan jangka pendek, tetapi juga memikirkan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Kedewan.

Inovasi semacam ini menunjukkan bagaimana integrasi antara peternakan dan pertanian dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depan, harapan untuk meningkatkan pendapatan penduduk setempat melalui program ketahanan pangan ini sangat optimis.

Dengan suksesnya pelaksanaan program ini, diharapkan warga Kecamatan Kedewan dapat menikmati peningkatan ekonomi yang signifikan.

Mereka akan memiliki akses lebih baik terhadap pangan yang berkualitas sekaligus memiliki potensi pendapatan tambahan dari hasil pertanian dan peternakan.

Model ketahanan pangan yang diterapkan oleh Mbah Sukir di Hargomulyo dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bojonegoro dan bahkan daerah lain di Indonesia.

Sebagai kesimpulan, program ketahanan pangan di Kecamatan Kedewan, khususnya melalui terobosan yang dilakukan oleh Mbah Sukir, menunjukkan bahwa pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan dalam pertanian dan peternakan dapat menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Dengan potensi yang ada, diharapkan ke depan Kecamatan Kedewan menjadi contoh sukses dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. (Ags/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *