Berita  

TNI meninggal dunia diduga dianiaya senior, Ayah Prada Lucky emosional tuntut pelaku dipecat & dihukum mati

admin
Screenshot 2025 08 09 08 39 50 82 754cf9a4094c34a8eeb04648e2e3eb8d
banner 120x600
banner 468x60

MBC INDONESIA

banner 325x300

merdekabangsa.net – ntt.

Prada Lucky, seorang prajurit TNI yang baru berusia 23 tahun, meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Aeramo Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di TNI.

Prada Lucky ditemukan dengan luka lebam di tubuhnya, yang diduga akibat dianiaya oleh senior sesama prajurit TNI.

Ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo, sangat emosional setelah kehilangan anaknya dan menuntut keadilan atas kematian tragis yang menimpa putranya.

Ayah Prada Lucky, menuntut keadilan pelaku dipecat dan dihukum mati.

Kematian Prada Lucky menunjukkan betapa pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan para prajurit TNI, baik dalam lingkungan latihan maupun dalam situasi sehari-hari.

Tindakan kekerasan dan perundungan di kalangan militer tidak boleh diabaikan dan harus ditindak tegas.

Kasus ini juga memperlihatkan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap isu kekerasan dalam institusi militer.

Perlu adanya mekanisme yang efektif untuk melindungi anggota TNI dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan, serta untuk memastikan bahwa pelaku kejahatan di dalam militer diadili dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sekilas ucapan dalam Cuplikan video viral, Ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo mengatakan. “Ini anak saya, lihat ini. Apa perlu korban terus,” ujarnya.

Ia mengatakan tidak ada yang bisa membungkamnya untuk berbicara kebenaran sekaligus menuntut keadilan atas kematian putranya.

Ingat baik-baik ya, ini kata keras, saya tentara, tentara Merah Putih, jiwa saya Merah Putih, bukan kaleng-kaleng,” katanya.”Nyawa dibayar nyawa itu masih kecil, saya tunggu keadilan, kalau bisa semua dihukum mati.

Satu catatan, biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain. Ingat baik-baik, anak tentara aja dibunuh kok, bagaimana mau yang lain,” tegasnya. Jum’at (8/8/2025)

Kita semua berharap bahwa kasus kematian Prada Lucky akan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh institusi militer untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap anggotanya.

Semoga keluarga Prada Lucky dapat mendapatkan keadilan yang mereka cari dan bahwa kasus ini tidak terulang kembali di masa depan. (Ags/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *